[Sequel You’re my love] It’s Our Jaemin

It’s our Jaemin

Title                 : it’s our Jaemin!

Author            : qinahra31

Cast                :- Choi Minho

-Kwon Hyora

Genre             : Romace, Action, Science Fic

Grade             : T

Disclaimer     : FF ini terinspirasi dari Shinee’s Choi Minho dan artis sm town lainnya, cerita ini dan beberapa tokoh lainnya hanyalah fiksi belaka. Maaf bila ada Kesamaan ide dan jalur cerita semuannya hanya Ketidak sengaja-an. oke first berasa anjay banget gue bikin story! apa yang bikin gue sampe bikin story ini!?!?!?!? maklum lah! gue gabut! dan gue bikin ini seahri sebelum UN Ipa inget banget hahahha.. di malam temen temen belajar IPA aku bikin FF ini jam 11-2.. hasilnya pas un selesei gue ketiduran di ruang ujian.. oke lupakan.. maaf banyak typo dan kegajean yang dafuq banget! keep support ne! RCL !! love you readers!!

__________________________________________________________________

Author POV- House, 2036 March 3

Hyora mengerjapkan matanya lalu perlahan membuka kedua matanya menatap tirai kamar yang sudah separuh terbuka menandakan ini sudah jam 9 pagi, ia berusaha memejamkan matanya namun tidak bisa, karena sinar mathari menyorot dengan seriusnya kearah wajah hyora melalui celah tirai. Ia bergerak mundur sedikit menempelkan punggungnya dengan dada bidang minho yang memelukany dari belakang, mendengar hyora melakukan hal itu memang aneh, namun tampaknya calon anaknya sangat menyukainya.

“morning Minho-ya..”

“morning too, ahh.. ku rasa aku tidak mau berangkat ke jepang.. “

“ayolah min.. ini hanya 2hari.. kau telah bersama ku lebih dari 1bulan ini, 2 hari tidak akan merubah segalanya.. “ jawab hyora masih dalam posisi yang sama “ lagi pula 2 hari tidak akan berjalan selama 2 tahun kan? “ llanjutnya

“tapi.. bagaimana bisa aku meninggalkanmu disini?”

“aku akan menelpon eomma.. dan soo.. bagaimana? “

“tapi aku..”

“kau percara padaku kan? Aku yakin eomma akan menjaga ku untuk 2 hari ini..”

“baiklah.. aku akan berangkat.. tapi kau berjanji kan bisa menjaga dirimu dengan baik? “

“of course.. I will..” jawab hyora sambil berputar agar ia bisa melihat wajah suaminya itu

Jarak antar mereka lumayan jauh.. perut hyora yang mulai membesar menghalangi mereka, bulan ke 9 ini.. rasanya lebih tenang bagi hyora, namun tidak bagi minho. Hyora pikir ini akan segera berakhir, dan ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan bayinya. Namun disisilain semakin ia ingin menemani hari hari cuti hyora, semakin banyak tugasnya, mulai dari penyusunan software terbaru spote sampai surat surat penggeledahan yang harus ia tanda tangani untuk mempermudah kerja KSA.

Bagaimana dengan KSA? Well Song Jiwoo di pindah tugaskan tahun lalu sehingga waki ketua KSA yang baru adalah Sooyoung, dan Luna yang menjabat sebagai sekertaris pribadi Hyora. Hyora baru mengambil cuti KSA mulai dari minggu ke 34 kehamilannya sehingga memudahkan tugas sooyoung yang harus bekerja sendirian.

Pagi ini Minho diharuskan pergi ke Jepang untuk pertemuan pemegang saham, sebenarnya minho menolak untuk datang dan memilih meminta Key atau Jonghyun yang datang ke pertemuan tersebut, namun atas bujukan Hyora akhirnya Minho mau pergi hanya untuk 1 hari. Pagi yang tenang seperti biasa, Biasanya hyora hanya berolahraga ringan dan sarapan bersama minho, namun situasinya beda kali ini jadi hyora memutuskan untuk memundurkan semua jadwal yang sudah ia susun untuk membantu minho mempersiapkan keperluannnya.

“Hyora-ya itu baju hadiah dari istri Ren itu bukan ? mengapa begitu pas dan terlihat sangat cocok untukmu ya? “

“aku terlahir sebagai Agen KSA yang mempunyai badan seperti super model mungkin?”

“aigoo.. Kyeopta..” jawab minho mengacak acak rambut hyora

Akhir akhir ini selera humor dan nafsu makan Hyora bertambah, well itu bagus karena biasanya ibu hamil justru tidak bernafsu makan setelah masuk minggu ke 36, Hyora selalu berbeda, Ia selalu mempunyai jalannya sendiri dan tentunya sangat cocok baginya.

“Haruskah aku membantu mu memakai kan Dasi? Berapa kali dan berapa sering kau berangkat kerja namun samapi saat ini kau masih amatiran memasang dasi? Astaga.. apa jadinyakalau kau menikahi seseorang yang tidak bisa menyimpulakn dasi huh?” seru Hyora sambil berjalan mendekat kearah ruang pakaian, Minho yang baru selesai mandi beberapa saat lalu itu menggunakan Kemeja biru muda polos dengan celana jeansnyaberkutat dengan sebuah dasi berwarna biru tua polos.

Hyora mengambil jas yang minhopegang sedari tadi, menaruhnya diatas kursi terdekat, ia menyimpulkan dasi dan merapihkan sebagian kemeja minho yang terlihat sedikit kusut di bawahnya.

“mungkin aku tidak akan pernah pakai dasi?” jawab minho

“aku kira kau akan menjawab, terpaksa aku harus belajar memakai dasi, ternyata kau malah memilih pilihan ter aneh yang bahkan tidak terlintas di pikiranku”

“itu tidak aneh.. that’s real! “

“Astaga.. aku harap anakku tidak se menyebalkan ayahnya!”

“well tapi ia bisa saja menjadi setampan ayahnya kan?”

“hahaha ne.. yes he can.. or She maybe? We don’t know right?”

“mengapa kau tidak ingin mengetahui jenis kelaminnya? “ tanya minho sambil membantu hyora menuruni tangga menuju ke ruang santai

“aku hanya ingin tau bagaimana perasaan eomma saat akan melahirkan ku.. kau tau? Eomma melakukan hal yang sama dengan ku.. malah ia sempat berfikir bahwa anaknya adalah Namja.. “

“hahaha.. aku baru tahu soal itu.. “

“lagipula itu adalah penyemangat kau tahu? “

“ne? Maksudmu?” tanya minho heran

“kau tahu.. proses persalinan tidak semudah yang selalu kita rencanakan, kadang itu perlu banyak tenaga, dan prinsip my mom and your mom is SAME! They said.. setidaknyaaku harus sadar dan sehat untuk melihat anakku.. bukankah itu terdengar sangat manis? “

“ani! Itu terdengar mengerikan! Kalimat itu membuatku berfikir bahwa aku bisa kehilanganmu.. dan haruskah aku pergi? “

“Choi Minho-ssi! It’s alright.. I can handle this nae.. just One day.. everything is gonna be alright..”jawab hyora sambil merapihkan rambut minho

“then you must call me and tell me every little thing you do.. “

“ of course i will.. now.. go get in to your car.. your Driver is here.. have a safe flight.. I’m sorry I can’t go with you..”

“well it’s hard.. okay just one day.. it’s okay by the way.. “ jawab miho sambil tersenyum “ I love you..” lanjutnya, ia menyapukan bibirnya ke permukaan bibir mungil hyora, melumatnya dengan rakus seperti ia akan kehilangan yeoja ini, bukannya overprotective ia hanya takut kehilangan orang yang dicintainya seperti Minsuk Hyung.

Tak seperti dugaannya, Hyora membalas ciuman lembutnya, melakukan hal yang sama dan mengisyaratkan pria itu bahwa ia akan sangat merindukannya, minho menyudahi adegan tersebut lalu mengecup kecil bibir yeojanya dan memeluknya

“aku pergi ne.. take care.. “

SKIP

Fr: Minho

Aku tidak tahu apakah aku harus menginap atau tidak.. tapi kau bisa menjaga dirimu kan? Maafkan aku kalau aku harus menginap, mintalah eomonim untuk menemani mu semalam saja di rumah.. Love you..

Tepat jam 3.00pm sebuah pesan masuk, Hyora membacanya sekilas dan tersenyum, ia sudah menduganya.. ia tau suaminya sebenarnya sibuk. Namun mengorbankan waktunya hanya untuk menemaninya, itu hal yang membuatnya merasa tidak enak pada Minho

“Hyo-ya.. bagaimana sudah enakan?” tanya eomma

“sakitnya perlahan menghilang.. tapi eomma.. kau yaki nini tidak apa apa? “

“rasa sakitnya datang 30-25 menit sekali itu masih jauh dari proses persalinan.. lebih baik kau tidur.. eomma akan membangun kan mu bila waktunya makan malam ne? Appa sedang di Incheon.. aku tidak yakin ia akan kesini..mungkin agak malam ia baru akan pulang..”

“ne eomma.. “

Hyora merebahkan dirinya di kasur seperti apa yang disuruh oleh ibunya, sebenarnya rasa sakiit yang terasa sudah ada sejak awal minggu ini namun ia hanya diam dan tidak memberi tahu siapapun, menurut artikel yang ia baca di internet nyeri tersebut hanya permulaan bila datang 1 jam-30 menit sekali. Begitu pula yang baru saja dikatakan oleh eomma.

Hyora memejamkan matanya sekedar untung mengisstriahat kannya, rasa sakitnya kian lama kian datang lebih cepatmeskipun ia mendeklarasikan dirinya sedang tertidur namun rasanya ia masih bisa merasakan rasa sakit nya.

Jam menunjukan pukul 6 sore, hyora mengambil comphonennya dan menekan speed dial , minho..

            “o! Aku menunggu telepon mu seharian, kau bahkan tidak mengabariku! Kau tahu aku mati penasaran disini”

“hahah mianhae.. setelah pesan terakhir yang kau kirim eomma bilang istirahat lah.. jadi aku tidur dan sekarang aku baru bangun hehehe kau tau? Eomma bilang take your time.. kau bisa memppercayai nya untuk menangani aku.. “

well.. aku percaya eomonim.. hanya saja aku tidak pernah percaya denganmu setiap hal seperti ini.. kau selalu berkata bahwa kau tidak apa appa.. namun..

            “hei hei hei.. aku tidak akan berbohong ne.. so far.. it’s okay.. aku bahkan tadi sempat membantu eomma memasak sup daging untuk makan malam..”

“jinjja? Kalau begitu kau harus makan yang banyak ne.. “

“ne.. arraseo.. aku akan menutup voice call ini ne.. kau harus mengerjakan tugas tugas mu.. “

“ah.. ne! Aku lupa.. baiklah.. akan kutelpon kau setelah selesai semuanya.. kabari aku jiga terjadi sesuatu..”

“hm.. ne.. “

“saranghae.. “

“nado..”

Beep!

Hyora segera menutup voice callnya saatia merasakan bahwa sakit yang selalu datang itu menyerbu, ia tidak mau membuat minho khawatir.. itu alasannya mengapa ia selalu berbohong tentang keadaannya.Hyora berjalan menuju tempat berolahraganya, memasang headset dan mengatur kecepatan treadmill tersebut, ia membuat kecepatan terlambat yang pernah ia coba.. ia hanya mencoba untuk beraktifias dan melakukan sesuatu yang selalu ia lakukan.

“eomma baru akan membangunkan mu.. kau ternyata sedang berolahraga..”

“aku ingat eomma bilang sebelum aku lahir eomma malah mendisign baju dan berjalan di atas treadmill..” jawab hyora sambi tersenyum

“ingatanmu kuat ya.. itu bahkan sudah lama sekali ku ceritakan padamu.”

“saat saat seperti ini.. manamungkin aku bisa melupakan cerita kelahiran ku.. “

“aku berharap kau bisa menjadi ibu yang baik ne..”

“aku akan mencobanya eomma.. hehehe”

“turunlah.. makan malam sudah siap.. “

“ne eomma”

Makan malam dengan sup daging dan makanan buatan eomma lainnya, hyora mengirimkan foto meja makan yang penuh tidak seperti biasanya yang hanya 2-3 makanan diatasnya ke minho,semakin lama semakin kesini rasa sakitnya makin sering muncul namun Hyora sudah mulai terbiasa.

Selesai makan malam seperti biasa eomma akan menyulam sedangkan hyora biasanya mengerjakan tugas KSA nya.. namun beda kali ini, ia cuti jadi tugas tugas KSA itu sedang tidak dikerjakan olehnya.ia mulai menyukai permainan spote, dan mulai merasa berterim,a kasih pada minho karena membuat benda sehebat spote.

Waktu menunjukan pukul 9 malam entah bagaimana perasaanya sangat tidak karuan semakin sering kontraksinya datang semakin sajalah hyora terbiasa, namun menurutnya kali ini sudah di ambang batas normal, Hyora segera menuju kamar mandi dan merendam dirinya untuk sejenak. Ia menyisir dengan rapih rambutnya, mengganti baju dengan susah payah akibat rasa sakitnya sampai akhirnya ia tidak tahan lagi dan berjalan tertatih menuju eomma di ruang TV.

Hyora duduk dengan tenang disebelah ibunya yang masih sibuk merajut. Saat ia dengan tenangnya menyaksikan ibunya yang merajut, untuk pertama kalinya ia merasa otot otot perut bagian bawahnyamenegang tidak seperti biasanya. Dengan cepat ia melirik kearah jam yang menempel di sisi tembok kanan.

“eomma.. sepertinya kita perlu ke rumah sakit sekarang..”

“ne? Are you okay? Baiklah.. sekarang ne.. apa yang harus eomma bantu?”

“tolong panggilkan sajaGilnam Ahjussi untuk menyetir dan kalau boleh satu lagi.. barang barang ku sudah disiapkan di dalam koper ungu muda dari sooyoungitu eomma ingat kan? Tolong surh eunji atau siapaun mengangkatnya.. jangan eomma.. “

SKIP

Hyora dan ibunya sedang bergegas menuju Seoul International Hospital, di sana Dokter Kim yang biasanya mengecek kandungan Hyora bekerja, kebetulan sekali malam ini ia sedang ada di rumah sakit, tidak ikut dengan kawan kawannya tentang seminar dokter se kota Seoul

“kau sudah telepon minho? “

“ani.. “

“HEY.. eomma tau kau tidak ingin menggangunya.. tp mungkin lebih baik kau menele..”

“ani gwenchana eomma.. as long as you, soo and appa here I’ll be fine.. everything is gonna be alright mom.. aku sudah menelpon semuanya, eomonim, soo, eonni eonni deul, taemin… namun appa tidak bisa dihubungi sepertinya ia sedang menyadap pembunuh karena jaringan teleponnya di blokir oleh ECIT-extreme Crime Investigation Team-

Belum selesai hyora berbicara sebuah voice call masuk ke comphonenya

“yeobseyo? “

hey.. what are you doing?”

“I’m.. Watching TV.. so kau sudah pulang?”

‘ani hotel dan tempat pusat spote jauh.. jd aku masih terjebak macet di akihabara.

“ah.. baiklah kalau begitu” jawab hyora disusul hening yang sangat lama, kontraksi tersebut datang lagi ia berusaha untuk menahan jeritannya di depan minho

“kau tidak pa apa? Kenapa kau diam? Kau yakin aku tidak harus pulang? “ tanya minho khawatir sesaat eomma memaksa hyora untuk memberi tahu yang sebenarnya namun hyora bersihkukuh tidaki ngin mengganggunya

“ani jinjja gwenchana.. i need to go.. i think aku menyalakan air di kamar manid aku tutup dulu ne.. aku telp kau 1 jam lagi..”

BEEP!

Hyora hanya tersenyum masam kearah eommanya yang melihatnya dengan tatapan tidak percaya, mereka hanya saling menatap hingga akhirnya memulai pembicaraan mereka lagi.

“kau tidak berminat masuk ECIT?” tanya eomma

“siapa bilang aku tidak berminat.. aku sangat igin Cuma appa dan minho sama sama mempunyai pemikiran yang sama.. mereka tau bahwa ECIT bukan sekedar Team seperti KSA atau KSDI..”

“ECIT? Extreme Crime Investigation team? Apa yang salah?”

Sebenarnya Mirin sudah tau apa itu ECIT, ia juga melarang Hyora, justru ia yang paling menolaknya hanya saja ia tidak menunjukannya. Ia takut anak perempuannya ini akan meninggal hanya karena menangkap pembunuh sakit jiwa seperti itu. Dan sebenarnya ia sudah tau apa itu ECIT apa itu KSA, apa itu Cci, apa itu KSDI.. Mirin dulu pernah berlatih di sekolah yang sama dengan ayah nya hyora, itu yang membuat mereka bertemu dan menjalin hubungan, Mirin tau bagaimana cara menangkap seorang mafia narkoba, hanya saja ia ikut sekolah itu hanya untuk perlindungan, bukan serius ingin menjadi agen KSA /KSDI atau bagian dari team Khusus seperti ECIT dan CCI.

Hyora menceritakan segalanya, ia berfikir eommanyaselalu yang terbaik ia selalu tau bagaimana dan apa yang harus dilakukan saat anaknya merasa tidaknyaman, malam itu juga hyora berfikir bahwa cita cita terbesarnya bukanlah lagi menguasai dang menjadi Ketua agen agen di seluruh dunia, namun menjadi seorang ibu yang bijak untuk anak anaknya kelak.

SKIP

well sejauh dari rumah hingga kamar rawat inap ia masih bisa mengontrolnya namun ketenangan Hyora dan calon bayinya tidak tampak lagi saat mereka melewati 10 menit berbaring di ranjang rumah sakit tersebut disusul dengan sakit yang teramat sangat tak sampai 5menit setelah mengeluhkan rasa sakitnya sepertinya ia memang harus dibawa ke ruang persalinan dengan cepat

Sooyoung Pov

“soo-ah! Kau harus menelpon minho.. hyora meraasiakannya.” Ucap mirin berbisik kepada anak angkatnnya sesaat setelah hyora masuk ke ruang rawat inap

“apa? Yang benar eomma? Astaga eonni itu benar benar.. hyora sudah bilang kepadaku bahwa ia sudh menelpon minho untuk menghindari ocehanku.. ia bilang aku dan eomma sama saja.. “

“ia benar benar seperti Gyoojin-ayah hyora- telepon lah minho palli!”

“eomma!! I think i Can’t stand it anymore!” Seru hyora dari dalam kamar

“aku masuk dulu cepat kabari suaminya ne..”

Sooyoung melongo dengan pernyataan ibunya barusan, taemin dan sooyoung sudah menduga ini semua, mereka hanya saling berpandang dan kemudian mencoba menelpon minho.

“HYUNG!! Kau dimana? “ seru taem oppa

“aku.. baru saja sampai hotel” terlihat dari video memang ia sepertinya baru membuka pintu kamar hotelnya

“ani.. jangan masuk ke hotel, bawa kopermu minta lah key hyung yang mengurus disana.. kau harus cepat pulang !!”

“aku pikir Hyora akan segera melahirkan..” ucapku

“Ne?! Jangan bercanda kau.. “

“aku tidak bercanda, eomma bilang pada saat kau meneleponnya mereka sedang berada di jalan menuju rumah sakit dan hyora sedang dalam keadaan yang sangat kacau..” lanjutku

Author POV

astaga anak itu benar benar.. tunggu saja.. aku menggunakan pesawat jet ini.. aku akan sampai dalam watu 1,5 jam..”

minho menarik kopernya kembali, menjelaskan beberpa hal kepada key dan langsung bergegas kelobby menemui Supir yang telah disiapkan. Malam malam begini.. jalur menuju bandara pun kian lengang, memberi kuasa pada mobil yang minho gunakan untuk menancap gas dan bergeraj secepat mungkin menuju bandara.

Perasaan minho bercampur aduk. Suasana hatinya membuat mino berharap bahwa ia adalah seorang peminum alkohol.

SKIP Author POV

Yeoja yang bergelar dokter tersebut masuk dengan jas putihnya memeriksa keaadaan keduanya dan kemudian menulis beberapa laporan di papan yang dibawa oleh para suster.

“bagaimana rasanya Hyo?”

“semakin kesini semakin parah eonni.. what should i do?” jawab hyora setengah merengek

“don’t be panic okay.. sudah pembukaan 8.. sudah cukup bila kau mau melahirkan secara normal namun kurasa jangan dipaksakan.. ketubannya belum pecah.. aku akan datang memeriksa setiap 15 menit ne.. “

Dokter tersebut berlalu pergi setelah menyebarkan senyumannya, meninggalkan eomma, Hyora dan sooyoung di kamar tersebut.

“kalian tidak memberi tahu minho kan? “ tanya hyora curiga

“ani.. aku menurut.. “ jawab sooyoung spontan setidaknya membuat hyora sedikit bernafas lega

“eomma ceritakan apapun tentang apapun untuk aku dengar.” Seru hyora

Mirin mulai menceritakan kejadian kejadian lucu hyora dan sooyoung pada saat mereka masih kecil, ia menceritakan bagaimana sooyoung yang ingin jadi istri presiden dan hyora yang ingin menjadi istri seorang dokter muda, dan itu hal yang paling lucu menurut mereka, karena sekarang keadaanya terbalik.

Sooyoung mengusap pelan perut yang sudah setengah membesarnya membayangkan ia berada di posisi hyora sekarang apakah bisa sekuat ini? Namun eomma malah menceritakan kelahiran Hyora yang hampir sama seperti kejadian ini hanya saja Kwon Gyoojin bukannya tidak tahu namun terjebak macet di Incheon.

Mirin mengelus dan menicum punggung tangan hyoraketika hyora terlihat kesulitan menghadapi rasa sakit nya, 1 jam sudah berlalu dan tiba lah dokter kim untuk memeriksa hyora kembali

“sepertinya ini bahkn sudah siap untuk lahir.. kitatunggu saja kontraksi selanjutnya datang dan kita akan mulai proses persalinan ini.. “

“eomma soo kalian tunggu diluar saja..”

“anii aku akan disini.. “ jawab sooyoung

“gwenchana.. aku pikir aku tidak akan kenapa kenapa.. “

Other side

Eomma dan sooyoung dengan berat hati keluar dari ruangan itu berusaha untuk percayadengan kata kata hyra, saat keluar ruangan soo melihat sudah ada appa, tuan dan nyonya choi ren dan juga istri barunya..

“bagai mana keadaanya?” tanya Ny.Choi

“sepertinya proses persalinannya akan segera dimulai.. namun hyora berikukuh tidak ingin merepotkan ku dan sooyoung.. ia juga tidak maumenelpon minho pada awalnya hingga akhirnya sooyoung memberitahu secara diam diam ke minho bahwa hyoa akan segera melahirkan” tutur Mirin kepada nyonya choi

“aigoo such a Bravefull woman.. minho juga sempat mengoceh padaku karena menyembunyikan keadaan hyora “

Tidak sampai beberapa menit ruangan yang tadinya tenang mulai ramai menandakan bahwa persalinan tersebut sudah dimulai.. semua orang menunggu dengan hati yang berdebar, sepertinya persalinan anak pertama memang tidak berjalan lancar, butuh waktu 20 menit untuk permulaan.

Di tengah suasana mendebarkan terdengar seseorang berlari dari ujung koridor semua yakin itu minho jika dilihat dari siluetnya.

“annyeong ha.. se.. yo..” ucap minho sambil menghela nafas karena berlari

“kau berlari? Dari mana hyung? “

“dari lantai dasar.. dengan tangga…. lift penuh.. dan aku terjebak oleh wartawan di bawah.. menyebalkan.. annyeong haseyo abeoji.. eomonim.. “

“aigoo.. kau benar benar terburu buru ya? “ sahut ayah hyora sambil tertawa bersama dengan TN.Choi mereka tertawa karena mengingat apa yang mereka lakukan saat di posisi minho dulu, minho hanya menggunakan kemeja biru muda dan dasi biru tua dan juga jas hitalmnnya ia pegang erat erat/? Tampak kacau..

“ne aboeji.. thx too sooyoung dan taemin yang sudah membantu.. hyora.. dimana? “

“ah ne! Hyora di dalam.. cepat temani dia.. sini biar eomma yang memegangjas mu..” seru Ny. Choi sambil menepuk punggung minho

Other side

“we don’t have much time to rest kau bisa beristirahat nanti, almost theere.. the last one.. aku pikir kau harus mengerahkan seluruh tenagamu kali ini hyo.”

Hyora bersender kearah senderan kasur tersebut dan mengutuk dirinya menyuruh eomma dan sooyoung keluar.. dan mengutuk dirinya tidak memberi tahu minho dengan jujur, ia butuh seseorang sekarang.. ia hanya berharap setelah anaknya lahir minho ada di sebelahnya

Cklek.. Sreet!

Tiba tiba bunyi pintu tertutup dan suara tirai terbuka terdengar hyora memalingkan wajahnya kearah sumber suara dan terlihat minho menghampiri dengancemas. Dengan cepat minho memegang tangan hyora kuat kuat ia menyapukan bibirnya diatas permukaan bibir hyora, menumpah kan segala rasa khawatirnya.

Walaupun ciuman itu hanya sekilas namun hyora sudah cukup mendapat kan kekuatan untuk melanjutkan perjuangannya, meeka berdua tidak mengeluarkan sepatah kata pun, hyora terlalu lelah untuk berkata kata dan minho terlalu khawatir akan keadaan hyora.

“you can do it right? Bisik minho

“I think i can’t min..”

“ no.. of course you can.. I’m here with you “

Tiba tiba rasa sakit tersebut datang lagi.. mengisyaratkan hyora mau tidak mau harus kembali berjuang, minho memegang tangan mungil hyora yang kini sedang meremas kuat tangan minho, minho tidak berfikir tentang rasa sakit yang ia rasakan namun ia hanya terus berdoa dan berharap hyora dan bayinya selamat.

“aegi-ya.. jangan siksa eomma ne? Ia sudah bersusah payah untuk membuat mu melihat dunia ini.. jadi kau harus lahir dengan cepat ne..” batin minho

Tiba tiba saja tangisan sebuah bayi mungil terdengar, minho menarik nafas lega dan segera melihat kearah hyora memastikan bahwa ia sama baik keadaanya dengan anaknya.

“tanggal kelahiran 4 Maret 2036, pukul 00.52 berat 3,25 kg, panjang nya 48cm chukkhae.. it’s a boy.. he’s really handsome.. “ seru Dr.Kim, yeoja itu membawa bayi merah yang baru saja lahir itu kepangkuan hyora, membuat hyora merasakan detak jantung bayi mungil tersebut. Sesaat setelah di dekatkan tangisan bayi itu mereda, seolah ia telah mengerti bahwa ini adalah ibunya ia kembali terlelap.

“ it’s a boy.. “ bisik hyora “ can you see how surprised I am right now? Itu yang aku maksud tadi pagi min..” lanjt hyora.

Minho tersenyum lega dan bahagia melihat keduanya selamat, ia menarik nafas lega dan dengan cepat mengangkat dagu hyora dan mulai menciumnya dengan lembut menyampaikan perasaan senang, terima kasihnya, khawatir, dan sedikit kesal nya. Minho melepaskan ciumannya saat ia merasa sudah kehabisan supply oksigen, minho menatap mata hyora sekilas dan mencium kening bayi laki lakinya.

“kau tidak akan mengambil foto pertama nya? “ goda hyora

“hahahaha alright..” minho mengeluarkan spotenya dan mengabadikan momen tersebut, minho yang selalu tampan kali ini di temani hyora yang tetap cantik walaupun terlihat dari mukanya ia kelelahan tak lupa anggota keluarga choi yang baru ini yang masih saja terlelap tepat diatas letak jantung hyora.

“kau tidak boleh berbohong lagi! Aku kesal padamu.. “ seru minho saat bayi mereka dibawa untuk di bersihkan.

“mian.. aku tidak berfikir panjang.. ternyata semua terjadi lebih cepat dari dugaanku.. I’m sorry.. i just.. okay! Aku tidak mungkin mengganggumu kan? Jadiaku pikir kau perlu bekerja keras untuk satu hari dan aku..

“kau terlalu lelah.. aku sudah memaafkan mu.. kau melahirkan bayi laki laki yang tampan untuk ku.. tanpa diduga ternyata ia laki laki ne? Aku mengerti perasaan yang kau ucapkan tadi pagi sebelum aku pergi” sela minho sambil merapihkan rambut panjang hyora yang terjuntai acak kebawah.

“thank you..” jawab hyora pelan “ and I love you.. “ lanjut hyora lalu mencium lembut bibir pira itu, matanya berkaca kaca seperti terharu mungkin.hingga akhirnya setetes air mata meluncur kepipi mulus hyora,

“uljima.. you are the perfect girl ever! Okay? “ hibur minho sambil mengusap pipi yeojanya itu.

Ranjang rumah sakit sudah kembali ke posisi semula, kasur tersebut di miringkan 45 derajat, cukup nyaman untuknya, hyora merasa bersalah kepada minho, ia merpihkan kemejanya yang setengah kusut,rambutnya yang acakacakanjuga dasinya, membuat minho terlihat bak seperti pagi hari tadi.

“here is your son.. once again congratulation MR.Choi.. “

Dr.Kim menaruh bayi lelaki tersebut tepat di samping kiri hyora, bayi mungil itu sedikit membuka matanya dan kembali terlelap, Hyora tersenyum melihat tingkah bayinya.

“so.. Min.. kau sudah punya nama kan? It’s a boy! So.. your turn.. not mine.. “

“I’m Always think about.. Jaemin.. “

“Choi Jaemin.. i love it.. “

Other side

Dr. Kim keluar dari ruangan dan segera di kerubungi beberapa orang yang menunggu dengan cemas.

“chukkae.. it’s a boy.. ia mempunyai panjang 48cm dengan berat 3,25 kg.. tenang saja.. keduanya selamat.. sekali lagi chukkhaeyo..”

“ne gamshamnida Dr. Kim..” jawab eomma minho

Semuanya m,enarik nafas lega, dan ternyata hyora benar.. semuanya agak terkejut mendengar bahwa fakta it’s a boy.. karena tidak ada yang ingin mengetahui apakah ia laki laki atau perempuan sejauh ini, Mirin menggeser pintu membuatpintu terbuka membiarkan semua yang menunggu di luar masuk kedalam ruangan.

“aigoo.. you two look so cute.. chukkhae nuna” ujar taemin sambil tersenyum lalu merangkul minho yang berdiri di samping kanan ranjang rumah sakit tersebut

“dia akan menjadi sangat tinggi hyung.. “ seru ren

“so.. Hyora.. kau sudah punya nama untuk dia kan?” tanya Ny.Choi

“karena dia namja, minho yang bertugas memberi nama.. hehe tapi kami sepakat.. namanya adalah Choi Jaemin eomoni..” jawab hyora sambir trsenyum tipis.

“aigoo Jaemin.. what a great name..” puji mirin eomma

Mereka mengelilingi tempat tidur hyora, sesekali tertawa karena sebuah lelucon kecil, jaemin kecil yang tidur di sampingibunya hanya terlelap semakin pulas setelah sedikit berbincang rendan ohyoung juga taemin dan sooyoung bergegas pulang mengingat besok adalah hari rabu nyonya choi sempat khawatir meninggalkan hyora dan minho namun Mirin berhasil membuat keduanya percaya bahwa semua akan baik baik saja .

“eomonim gamshamnida.. aku berhutang budi banyak padamu..” jawab minho sambil membungkuk kecil kepada Mirin

“aigoo.. gwenchana… kau tidak perlu berterima kasih.. dan tidak perlu merasa keberatan.. bukan kah hyora yang memaksa ku untuk diam?”

“eomma! “ seru hyora membuat semuanya tertawa.

“aigoo.. anak appa sudah besar ne.. bagaimana bisa anak kecil seperti dia membesarkan seorang anak? “

“ne? Bukankah dia sangat mandiri abeoji?”

“ani.. dia mandiri kalau di tidak tinggal dengan kami.. setelah keluar dari rumah sakit aku akan menyuruh kalian menginap di rumah selama 3-4 hari.. lalu kau akan tau mengapa kita selalu menyebutnyaanak kecil” tutur appanya sambil mengacak poni hyora

“appa! I’m not like that anymore!! “

“apapun juga kau tetap anak appa.. hahaha “ canda Tn.Kwon

“eomonim sebaiknya kau pulang dan beristirahat.. aku akan menjaga hyora malam ini.. “

“ani.. kau bukannya harus..”

“ani gwenchana yo.. aku bisa urus itu nanti eomonim..”

“baiklah.. karena aku percaya pada minho! Bukan pada mu! Aigoo dasar anak kecil! Anak eomma.. eomma pulang sebentar ne? Hahha?”

“eomma! I’m not a child..” rutuk hyora sambil menggit bagian bawah bibirnya kesal

“kalau begitu eomma dan appa pulang duluan ne? Annyeong.. take care.. min tolong jaga dia..” seru Tn kwon sambil mencubit pipi hyora

“ne abeoji..” jawab minho sambil membungkuk

Setelah Tn dan Ny. Kwon pulang dalam ruangan itu hanya ada keluarga kecil baru tersebut minho sedikit tertawa terkekeh melihat hyora yang terlihat kesal karena kedua orang tuanya menceritakan segala kejelekannya pada minho.

“you’re still the most perfect girl ever.. so don’t be angry.. “ goda minho

“aahhh whateverr hehehe.. spoteku.. ada di tas.. bisa kau ambilkan? Jebal?”

“arraseo.. ige.. eh? Let me take some picture.. “

Minho tidak jadi memberikan spote hyora namun malah mengambil beberapa foto hyora bersama dengan jaemin, diakhiri dengan foto bereka bertiga bersama, such a cute family.

“this one is cute..” seru minho saat memperlihatkan foto mereka bertiga

Hyora tersenyum lebar bahagia, ia mengangkat jaemin yang tertidur di sebelahnya ke pangkuannya, memeluknya dan mencium pipi mungil jaemin.

“jadi.. kau anaku ya? Dan aku ibumu begitu?well perkelankan aku dulu ne…. aku kwon hyora.. namun karena aku menikahi ayahmu aku mengganti kartu izin KSA,KSDI,CCI ku menjadi Choi Hyora.. aku seorang agen KSA.. rasanya kau pernah ikut dengank ku menangkap penyadap pesawat waktu itu kan? Hahaha kau uga menemanikupada saat aku bermain main dengan siwon ahjussi kan? Jadi.. welcome to this cruel world.. suatu hari jika kau ketakutan ingat saja bahwa kau punya ayah yang pemberani dan ibu yang menjadi ketua Ksa.. maka tidak akan ada yang berani dengan mu ne? Dan kau harus menjadi seorang pria seperti ayahmu.. jangan samapi memiliki kepribadian sok pemberani sepertiku ne?” ucap hyora di akhiri suara tawa dari minho

“kau mengaku? Seorang Hyora akhirnya mengakui bahwa ia terkadang sok pemberani..”

“setidaknya aku harus jujur untuk anaku..”

“kau memang benar benar cocok untuk menjadi seorang ibu..”

“gomawo.. i’ll take that as a compliement “

Minho mencoba menggendong jaeminkecil, ia takut namun ternyata ssebenarnya ia bahkan sudah sering menggendong seorang bayi.. namun ia terlalu takut untuk menggendong jaemin.

“kau tahu? Mata dan hidungnya persis milikmu namun bentuk wajah dan mulutnya sepertiku ne?”

“ne. Aku baru akan bilang hal itu padamu.. “

“i still can’t believe… am i a mother now? “

“you look so happy.. yes you’re..”

“heol! “

“ you know what you need some sleep.. tidur lah aku akan disini.. “

“I can’t.. well you know my habit since our summer camping right? “

“but you must sleep! Ini jam 1.. pagi.. dini hari.. bukan kah kau lelah? “ minho menaruh jaemin di box bayi yang ada di sebelah kiri tempat tidur “ trust me.. you’re tired..”

“such an great daddy..”

“no I’m not.. now go to sleep eomma…”

“Ahh jinjja I can’t..”

Minho berjalan mengelilingi tempat tidur tersebut membuka pagar ranjang bagian kanan lalu membantu hyora berbalik menghadap arah kanan, sebelum akhirnya ikut berbaring di depan hyora

“aku kira ranjang ini terlalu kecil untuk dua orang” celetuk hyora

“then.. aku harus terus memelukmu agar tidak jatuh..”

“then i’ll hug you first..”

Hyora melingkaran tangannya di pinggang minho begitu pula sebaliknya, sudah sekian lama sejak mereka tidak melakukan hal seperti ini dikarena kan usia kandungan hyora yang mulai beranjak.

“i miss you..”

Minho menyapukan bibirnya di permukaan bibir hyora, melumatnya lembut dan menyampaikan bagaimana perasaannya. Ciuman itu berjalan terlalu dalam namun menurut kedua orang ini itu hanya penyaluran bagaimana perasaan khawatirnya minho tadi, bagaimana bila ia tidak bisa melihat hyora lagi, bagaimana kalau terjadi sesuatu pada hyora? Kekhawatiran tersebut seakan luntur bak spidol tersiram air saat ia melihat Jaemin lahir dan keduannya benar benar sehat tanpa lecet sedikitpun.

Akhirnya.. ia tahu.. apa yang mereka maksud “ kehidupan kita baru akan menjadi kehidupan ketika kau mempunyai keluarga utuh” ya.. ia benar benar emngerti maksud kata kata tersebut.

The End

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s